
Invalid Date
Dilihat 21 kali

KELAAN – Pemerintah Desa Kelaan, bersama Ketua Majelis Jemaat dan para Tua Adat, secara resmi melaksanakan ritual Tutup Sasi untuk komoditas kelapa serta hasil laut berupa lola dan teripang. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen masyarakat dalam melestarikan sumber daya alam melalui kearifan lokal yang telah turun-temurun dijaga.

Ritual penutupan sasi khusus untuk hasil laut dilaksanakan dengan khidmat oleh para Tua Adat di lokasi adat Ridalan Tutmanfuri pada Sabtu (05/07/2026) pukul 17.00 Waktu Indonesia Timur (WIT). Prosesi ini menandai dimulainya masa larangan pengambilan lola dan teripang, guna memberikan waktu bagi biota tersebut untuk berkembang biak dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Sebagai simbol penyerahan dan penghormatan, prosesi dilanjutkan dengan pengantaran nacar (buah kelapa muda) dan buah kelapa ke gereja. Rombongan pengantar disambut langsung oleh para pelayan gereja, menandakan kolaborasi harmonis antara nilai-nilai adat, pemerintahan, dan spiritualitas dalam menjaga keberlanjutan alam.
Sasi bukan sekadar larangan mengambil hasil alam, melainkan sebuah sistem manajemen sumber daya berbasis komunitas yang memiliki makna filosofis mendalam. Dalam tradisi masyarakat Kelaan, Sasi berfungsi sebagai "jeda alam" atau masa istirahat bagi tanah dan laut. Dengan menutup akses pengambilan hasil alam untuk periode tertentu, alam diberikan kesempatan untuk memulihkan diri, sehingga kualitas dan kuantitas hasil panen di masa depan tetap terjaga. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral manusia terhadap ciptaan Tuhan.
Menanggapi pelaksanaan ritual tersebut, Kepala Desa Kelaan, Henrison Baulu, menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi antara aparat desa, tokoh agama, dan pemangku adat.

"Pelaksanaan Tutup Sasi ini bukan hanya tentang aturan adat, tetapi tentang kesadaran kolektif kita untuk menjaga warisan alam bagi anak cucu. Kolaborasi antara Pemerintah Desa, Majelis Jemaat, dan Tua Adat menunjukkan bahwa pembangunan di Desa Kelaan tidak melupakan akar budaya," ujar Henrison Baulu.
Ia menambahkan bahwa dukungan penuh dari pemerintah desa akan terus diberikan untuk memastikan aturan Sasi ditegakkan dengan baik demi kesejahteraan masyarakat jangka panjang.

Dengan dilaksanakannya Tutup Sasi ini, masyarakat Desa Kelaan berharap agar stok kelapa, lola, dan teripang dapat pulih secara optimal, sehingga saat Sasi dibuka nanti, hasil yang diperoleh dapat lebih melimpah dan berkelanjutan. HB.
Bagikan:

Desa Kelaan
Kecamatan Tanimbar Utara
Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Provinsi Maluku
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini